Home / Hukum / Lima Kecamatan Siap Berpisah dari Lampung Selatan
Ilustrasi

Lima Kecamatan Siap Berpisah dari Lampung Selatan

Natar,(Media-merdeka.com)-Warga Lampung Selatan menyambut baik pemekaran dari lima kecamatan diantaranya Natar, Tanjung Bintang, Merbau Mataram, Jati Agung, dan Tanjung Sari, menjadi kabupaten sendiri, setelah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, menandatangani Surat Keputusan (SK) Tim Persiapan Pemekaran Daerah (TPPD) dari Lampung Selatan beberapa waktu lalu.

Mendengar kabar wilayahnya akan berpisah dari Lampung Selatan, salah satunya Heri, warga Tanjung Sari Natar menyambut baik wilayahnya berpisah dan menjadi Kabupaten Bandarlampung. Menurutnya, wilayah Natar yang dukung Pandapatan Asli daerah (PAD) dari sektor udara seperti halnya Bandara Internasional Radin Inten II, tentunya menjadi magnit tersendiri salah satu wilayahnya berbeda dengan lainnya.

Setidaknya Natar menjadi salah satu wilayah dari segi infstruktur jalan sudah memenuhi syarat karena pintu gerbangnya jalur udara terletak di wilayah tempat tinggalnya. Belum lagi akses pintu Tol Natar dan juga disepanjang jalan, serta keberadaan perusahan-perusahaan besar menjadikan aset bagi pemerintah daerah apabila benar-benar terwujud jika nanti terbentuk kabupaten baru.

“Menurut saya, Natar termaksud salah saty wilayah yang berpotensi untuk bergabung dengan wilayah lain agar membentuk kabupaten sendiri,” terangnya kepada media-merdeka.com Sabtu (30/11/2019).

Terpisah, Salam salah satu warga Candimas menyambut baik pemekaran dari lima kecamatan untuk menjadi Kabupaten baru. Setidaknya kendala yang selama ini warga keluhkan akan terjawab apabila dari pejabat terkait benar-benar mendengarkan keluhkesah masyarakatnya secara langsung dalam hal mengurus adminstrasi tanpa harus bersusah payah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran.
“Seandainya benar-benar terjuwud wilayah kita berpisah dengan Lampung Selatan, dan membentuk kabupaten Bandarlampung. Kita juga tidak susah-susah mengurus berkas terutama pembuatan KTP serta mengurus berkas administrasi lainnya tanpa harus ke Kalianda lagi,” harapnya.

Ditempat berbeda, Yoga warga Karang Anyar Kecamatan Jati Agung berharap, peran serta orang nomor satu di Lampung Selatan, harus mendorong terwujudnya pemekaran ini ketingkat yang lebih tinggi, saat moratorium pemekaran belum dicabut.

“Artinya, kita berharap kepada Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dapat mewujudkan pemekaran ini benar-benar terlaksana, dan bukan hanya sebagai wacana saja,” ujarnya.

Ditempat berbeda, Juni warga desa Margomulyo Kecamatan Jatiagung mengatakan, terus berkembangnya Ruralisasi dari sektor perumahan-perumahan yang semakin kedepan makin bertambah. Secara tidak langsung sumber daya manusia semakin meningkat dari suatu wilayah yang dulunya dianggap belum memiliki potensi seperti sekarang ini.

“Bisa dilihat, berapa banyak perumahan-perumahan bersubsidi di wilayah yang masih lapang ini, tentunya mereka berasal dari Kota Bandarlampung, ambil perumahan disini. Secara tidak langsung tentunya menambah pemasukan bagi pemerintah daerah dalam hal membayar pajak,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Lima kecamatan yakni Natar, Tanjung Bintang, Merbau Mataram, Jati Agung, dan Tanjung Sari, akan berpisah menjadi kabupaten sendiri setelah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, menandatangani Surat Keputusan (SK) Tim Persiapan Pemekaran Daerah (TPPD) dari Lampung Selatan.

Seperti diberitakan Lampungpro.co, Tim dipimpin oleh mantan Anggota DPRD Lampung Selatan H. Puji Sartono ini langsung bergerak jemput bola dengan melibatkan 43 anggota dari berbagai latar belakang berbeda.

Pihaknya sepakat usulan semula yakni Natar Agung, menjadi Kabupaten Bandar Lampung, sebagai pengganti. Lima kecamatan ini berpenduduk 550 ribu jiwa dan ingin mendirikan Kabupaten Bandar Lampung.

“Mengapa Kabupaten Bandar Lampung? Secara filosopi dapat menjadi magnet untuk para investor karena nama besar Bandar Lampung,” kata Puji.

“Kami sudah dapat SK Bupati dan sudah melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD, Plt. Bupati, pada ahli Universitas Lampung, dan pihak-pihak terkait. Kami memutuskan ini harus jemput bola jika kapan pun moratorium itu dibuka kita sudah siap bertengger di atas,” sambung Puji seperti dilansir Lampungpro.co, Rabu (27/11/2019).

Tujuan strategis pemekaran ini, kata dia, adalah pemerataan pembangunan di bidang infrastruktur, sumber daya manusia, dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan. Dia mengakui moratorium pemekaran belum dicabut.

“Ini ibarat mau masuk bioskop yang masih tutup. Tugas kami memposisikan dan memastikan kalau kami masuk ikut antrian dan piket tiket masuk. Untuk penganggaran sudah ketuk palu untuk tahun ini dari Kabupaten Lampung Selatan. Tahun depan sudah masuk ke pembahasan DPRD. Targetnya, Januari di paripurnakan di DPRD Lampung Selatan,” kata Puji.

Sebelum paripurna, TPPD akan lakukan sosialisasi penguatan di setiap kecamatan dari Natar hingga Merbau Mataram. Setelah paripurna kami sudah dapat persetujuan dari Gubernur tinggal menindaklanjuti dan selanjutnya diparipurnakan, lalu dinaikkan kepusat.

“Kami pun sudah lakukan lobi-lobi khusus ke pusat,” pungkasnya. (Red)

Check Also

Jual Beli Kursi Empuk KPU Capai Ratusan Juta

Bandarlampung, (Media-merdeka.com)- Polda Lampung terus melakukan pemeriksaan kasus dugaan jual-beli kursi empuk komisioner KPU Kabupaten/Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *