Home / Hukum / Operasi Gakkum Kendaraan Overdimension dan ODOL, Kembali di Gelar di Pintu Pelabuhan Bakauheni

Operasi Gakkum Kendaraan Overdimension dan ODOL, Kembali di Gelar di Pintu Pelabuhan Bakauheni

Lamsel, (Media-merdeka.com) — Operasi penegakan hukum (Gakkum) kendaraan overdimension dan overloading (ODOL) kembali dilakukan di pintu keluar pelabuhan Bakauheni, Kamis (8/8/2019) petang. Dalam kegiatan tersebut terjaring puluhan kendaraan yang dinilai melanggar aturan.

Rahman Sujana, kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu dan Lampung menyebutkan, sasaran razia gabungan karena melanggar batas dimensi dan berat muatan. Berdasarkan data Kementerian PUPR, kerugian akibat kendaraan ODOL mencapai lebih dari Rp43 triliun setahun.

Pada operasi hari pertama, Rabu (7/8) sebanyak 44 kendaraan terjaring razia. Sementara pada Kamis (8/8) petang sebanyak 20 kendaraan.

“Razia angkutan barang Overdimension dan Overloading digelar di pintu masuk Pulau Sumatera, sebab selama ini kerusakan jalan dan jembatan akibat kendaraan ODOL namun razia juga akan digelar untuk kendaraan asal Sumatera tujuan Jawa,” terang Rahman Sujana di Bakauheni, Kamis petang (8/8/2019).

Dampak negatif ODOL disebut Rahman Sujana diantaranya kerusakan jalan sebelum periode tekhnis, menurunnya tingkat keselamatan, menurunnya kualitas lingkungan akibat polusi, menurunnya tingkat pelayanan lalu lintas menimbulkan kemacetan.

Kegiatan razia ODOL disebut Rahman Sujana akan dilakukan terus menerus melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Dinas Perhubungan kabupaten, Ditlantas Polda Lampung dan pihak ASDP Bakauheni.

“Pelaksanannya berrtahap dengan kegiatannya bersifat uji petik agar dilakukan karena adanya jalan tol trans sumatera membuat kendaraan ODOL tidak melintas di jembatan timbang,” papar Rahman Sujana.

Rahman Sujana (kiri) Kepala BPTD Wilayah VI Bengkulu dan Lampung dan Hasan Lessy (kanan) saat operasi kepatuhan Odol di Bakauheni, Kamis (8/8/2019). Foto: Henk Widi

Terkait razia ODOL di pintu keluar pelabuhan Bakauheni, Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyambut positif. Sebab sejumlah insiden kecelakaan imbas dari kendaraan pelanggar ODOL.

“Selain itu dengan adanya aturan ODOL maka resiko kendaraan harus membayar lebih sesuai ukuran dan golongan,” papar Hasan Lessy.

Hasan Lessy mengungkapkan dengan adanya operasi ODOL pada kendaraan potensi kecelakaan bisa diminimalisir. Akibat muatan berlebih kendaraan di dalam kapal ferry rute pelabuhan Bakauheni-Merak juga bisa mengakibatkan kerusakan di kapal.

Adanya razia pelanggar ODOL disebutnya akan memiliki dampak positif bagi ASDP sebagai penyedia jasa penyeberangan.(red/Gm)

Check Also

Satlantas Polres Way Kanan Survei Jalan Rawan Laka Lantas

Waykanan, Media-merdeka.com-Satlantas Polres Way Kanan melakukan pengecekan kondisi jalan yang rusak dan rambu lalu lintas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *